Translate

Senin, 14 April 2014

Perjuangan Demi Impian.

Halooo ini post saya yang ke 2..
hehe semoga bisa menghibur kalian ya, walaupun ini sekedar cerita. cerita ini cukup menarik loh. saya membuat cerita ini motivasi nya dari lagu First Rabbit  :D ini tugas pelajaran B.Indonesia, dengan  mendapatkan Nilai 90 wowww :D . hmm, kalo mau copas. izin! jangan membajak karya orang seeenaknya OK? Coment ya kalo ada kesalahan disana-sini atau kurang nyambung mungkin, kalian bisa coment. OK.
Selamat membaca. jrenggjrenggjrenggggg.....


Di pagi hari yang mendung, di mana mentari yang cerah menyembunyikan dirinya di segerombolan awan-awan hitam, angin dingin yang berhembus cukup kencang menusuk kulit sangat tajam, sehingga burung-burung enggan meninggalkan sarangnya. Kemudian dari langit turun titik-titik garis yang terbuat dari air, perlahan dan perlahan semakin deras, membasahi seluruh alam dan sebuah gedung yang ada di sana. Sebuah gedung yang salah satu ruangannya terdapat ruang kelas yang kelam dan sepi. Hawa kelas yang dingin dan suasana yang sepi membuat 3 anak yang berada  di kelas tersebut enggan beranjak dari tempat duduknya. Dengan jarak yang berjauhan mereka duduk melamun di depan jendela sambil melihat hujan rintik-rintik dan semilir angin yang menggoyang-goyangkan pepohonan, seakan-akan mengajak mereka untuk bermain bersamanya. Mereka adalah Kinal,Melody, Haruka.

Kinal adalah ketua kelompok mereka, sehingga ia disebut kapten oleh teman-temannya. Ia orangnya bijaksana,berani, dan tidak putus asa. Melody orangnya cantik, penyayang, penyabar dan selalu memberi motivator kepada orang-orang Berbeda dari kedua teman-temannya , Haruka memiliki sifat cerewet, manja dan penakut. Tetapi mereka selalu bersama di kala sedih dan senang, dikala suka dan duka, dan dikala meneteskan air mata. Intinya mereka selalu bersama. Selama 1 jam mereka melamun akan sesuatu. Mereka melamun sambil berpikir, bagaimana nanti acara survivor nasional tersebut dilaksanakan, dan apa saja yang harus dipersiapkan. Tadi sang kapten dipanggil Kepala Sekolah, Kepala Sekolah memberi tahu bahwa mereka dipilih dan dipercaya untuk mengikuti acara survivor nasional di Gunung Fujiyama, Jepang. Ini adalah impian mereka dari dulu, yaitu bisa pergi ke Jepang. Tetapi ini sulit sekali untuk mencapai impian mereka, karena survivor ke Gunung Fujiyama Jepang. Pasti kelelahan dan kesakitan akan dirasakan mereka pada saat itu. Tetapi mereka tidak boleh mengecewakan nama baik sekolah dan harus membawa nama baik sekolah di mata dunia.

Lamunan mereka terbuai oleh suara petir yang keras dan mengelegar di langit hitam. “jegerrrr” suara petir menyambar sebuah pohon. Mereka terkejut dan berteriak histeris layaknya mereka bertemu dengan makhluk asing, lalu semua lamunan mereka lenyap tiba-tiba. “waduh suara petirnya keras banget yah, jadi takut nih” kata Haruka. “Hmm, Teman-teman pergi ke Jepang adalah impian kita semua dan akhirnya kesampean kita jangan sia-siakan kesempatan ini” kata sang Kapten. “Benar juga! “ kata Haruka dengan suara yang alay. “ini kan impian kita dari dulu dan kita selalu-selalu-dan selalu berharap akan ini, jangan sia-siakan kesempatan ini, kita bukan hanya membawa nama sekolah kita, tetapi nama negara kita teman-teman” kata sang kapten kembali. “Semangat yah!” kata melody yang selalu memberi motivator. “Aku akan mencari-cari letak dan tempat gunung Fujiyama, biar kita ga tersesat di dalam perjalanan di hutan” kata si Melody sambil mengotak-atik ipad nya. “Oke” jawab semua.

Mereka berbincang-bincang untuk persiapan survivor ke Gunung Fujiyama, Jepang, Lalu disela-sela mereka berbincang-bincang ada yang menguntit pembicaraan mereka, si Haruka mengetahui bahwa ada seseorang yang menguntit pembicaraan mereka dari tadi. Sambil berbisik Haruka berkata “ eh dari tadi aku mendengar suara langkah kaki loh di luar kelas, kalian mendengar ga? Kayaknya  yang menguntit pembicaraan kita loh?”, “siapa? Ga mungkin ada orang selain kita di sekolah ini ” kata sang kapten, “buktinya aku tadi mendengar langkah kaki, coba buka pintu itu” jawab Haruka. “oke akan ku buka pintu itu” kata sang kapten. Lalu sang kapten mmbuka pintu dan ternyata “Hey kamu, ngapain kamu disini ? mau menguntit kami ya? Kenapa? Jawab !! atau kamu Fans kami ya? Jawaaaaaaaaaaaab!! Dengan tegas nya sang kapten berteriak. Kemudian si penguntit berbicara “iiiiya” dengan tergagap-gagap. “Jangan-jangan kamu mau menghalangi kami ya untuk pergi ke sana?” , “iiya” jawab si penguntit. “dasar !” Lalu melody menghampiri mereka, “eh jangan bertengkar dong, emang ada masalah apa ini? Kamu iri ya dengan kami? Dan berniat untuk menghalangi kami semua? Jangan begitu dong jadi orang? Kita manusia itu ada yang beruntung dan ada yang tidak, mungkin ini bukan hoki kamu. Tapi suatu saat nanti pasti kau akan seperti kami, doakan kami ya, semoga kami sukses di acara tersbut” kata melody si motivator. “Baikklah” jawab si penguntit. Si Penguntit itu bernama Heri, ia orangnya selalu rese dan iri pada setiap orang. Ia tidak mau ada yang lebih baik dari pada dirinya, ia orangnya egois, jadi  semua teman-teman menjauhinya akan sifatnya yang buruk itu. Setelah perdebatan yang tidak memakan waktu lama, bubar lah semua yang ada disitu.

 Hari demi hari pun tlah dilewati, matahari yang kelihatannya lelah untuk terbit, akhirnya muncul juga. Pancaran sinarnya yang terang,membawakan energi bagi daun-daun yang akan haus olehnya. Akhirnya acara yang ditunggu-tunggu datang juga, mereka tidak sabaran lagi untuk melaksanakan acara itu. Dan yang tidak paling semangat yaitu Haruka. Dia selalu merengek-rengek , dan selalu berkata “Aku takut digigit ular, aku takut kena lumpur, aku takut kena hujan, aku takut kelaparan, aku takut terluka, aku takut sakit, ahhhhh”. “Kenapa begitu?” jawab sang Kapten. “Soalnya aku kan paling cantik disini, takutnya aku ga cantik lagi” jawab Haruka. “Waduhh yang semangat dong, jangan takut, kan ada kami semua disini yang menemanimu” kata Melody yang selalu memberi motivator.

Lalu mereka berangkat dengan Pesawat terbang dari Jakarta menuju Jepang. Pesawat yang mereka naiki meninggalkan  jejak garis putih lurus memanjang yang keluar dari ekor pesawat selama penerbangan. Pesawat yang menari-nari dilangit telah menembus berbagai  macam awan yang menghalanginya. Akhirnya Pesawat yang menari-nari di udara turun menuju aspal berwarna abu-abu. Sampailah mereka di tempat tujuan. Beberapa saat kemudian, “Teman-teman, aku dapat info nih dari panitia, kata panitia. kita harus berjalan, mendaki, menelusuri hutan  sendiri dengan peta dan perlengkapan yang ada, jangan berbuat yang aneh-aneh yah, “Siap Bos” serentak mereka berkata.

Hari Pertama pun dimulai, mereka mulai menelusuri hutan-hutan yang rindang, sejuk, dan lebat. Suasana hening, burung berkicau-kicau, suara air mengalir, auman singa dari kejauhan, dan suara angin menghembus daun-daun pepohonan. Mereka hanya diam dan fokus untuk menelusuri hutan tersebut untuk sampai ketujuan. “Wah hutannya menyeramkan yah?” Jawab Haruka , “tenang jangan takut, ada kita disini” jawab sang kapten. “Hmm istirahat sebentar yuk, capek nih kata Haruka . “Baru seperempat perjalanan , eh sudah capek duluan, dasar Haruka” jawab mereka. Akhirnya mereka beristirahat sebentar. Sang kapten dan Haruka, beristirahat. Kemudian Melody sibuk dengan kesibukannya sendiri, lalu ia menemukan sesuatu yang aneh, sebuah lubang yang cukup besar, dalam, berlanjut dan terus entah kemana ujung pangkalnya, kemudian ia memberi tahu teman-temamnya. “Teman-teman saya menemukan sebuah Lubang, lubang apa ini? Lubang kelinci ya? Wah, cari yuk kelincinya? Kelinci hewan favoritku ”kata Melody. Lalu si kapten berkata “Melody jangan sok tau dong, mungkin saja ini lubang ular atau reptil lainnya.” “Oh iya, maaf deh kalo gitu, aku janji ga akan sok tau lagi”jawab Melody dengan sedih. Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan lagi.

Mentari senja pun berlalu dengan sosok yang begitu indahnya. Malam yang mengulang baru semua telah datang, bulan pun menampakan dirinya dengan cahaya yang bersinar-sinar, bintang pun sepertinya tak mau kalah dari sang bulan. Suara jangkrik, dan katak pun mulai terdengar dimana-mana. Mereka akhirnya membuat tenda kecil dan api unggun untuk mereka bermalam hari ini. “Wah seru ya di hutan gini” kata sang Kapten. “ihh mana ada takut tau” jawab Haruka. Di tengah kegelapan dan dinginnya malam, tiba-tiba mereka mendengar suara auman serigala dari kejauhan. Haruka berkata “ahhh suara apa itu , ayo masuk tenda”. Kemudian mereka pun masuk tenda dengan cepatnya, mereka hanya terdiam dan mengintip tanpa bergerak sekali pun, dada mereka semakin berdebar-debar seakan-akan hewan tersebut akan mendekat dan memakan mereka. Lalu Melody memberikan semangat kepada teman-temannya, “teman-teman jangan takut akan hal apapun, ini kan impian kita semua, jangan karena hal ini kalian semua menjadi takut dan terhenti”. Kemudian mereka menjadi bersemangat, kembali beristirahat dan akhirnya mereka tertidur. Tetapi Melody tidak tidur, ia fokus membaca novel yang ada di kedua tangannya. Tidak ada teman yang menemaninya, hanya bintang-bintang yang bisa menemaninya saat ini

Di pagi berikutnya, mereka melanjutkan perjalanan kembali, suasana yang mencekam kembali mereka rasakan kembali. Haruka merengek-rengek minta pulang, Lalu Melody yang menenangkan Haruka. Sang Kapten selalu bersemangat dan bernyanyi-nyanyi riang, sambil mengawasi keadaan dari depan, Tiba-tiba Haruka berteriak dengan sangat kencang, dia melihat seekor ular besar ada di pohon. Mengetahui hal tersebut mereka semua berlari sekuat tenaga, saking ketakutannya Haruka terjatuh dan mereka meninggalkan Haruka , mereka tidak peduli kepada Haruka yang berteriak-teriak meminta pertolongan mereka. Kemudian sang Kapten menolong Haruka  yang terjatuh tadi. “Haruka  tidak apa-apa kan, mau lanjut perjalanan lagi?”tanya kapten, “tidak apa-apa kok, hanya luka sedikit dibagian kaki, kita harus lanjut lagi dong , jangan karena luka ku ini jadi halangan untuk impian kita semua,” jawab Haruka . “Kamu sudah dewasa yah, tidak takut akan luka dan sakit, tidak mudah gentar tehadap halangan demi mencapai impian”kata sang kapten.Lalu mereka melanjutkan perjalanan bersama kembali. Lalu Melody berkata, “ Kita tidak boleh takut pada luka dan sakit, apa yang terjadi kita tidak boleh gentar, meskipun ada rintangan yang menghalang kita harus lanjut terus, kita juga tidak boleh menyerah selama di perjalanan, ini impian kita, kita harus kejar impian kita sampai ke tujuan” kata-kata ini membuat mereka kembali bersemangat dan membuat perjalanan mereka merasa nyaman dan tenang.
Tiba-tiba angin bertiup kencang dari arah yang berlawanan, hujan deras mulai sedikit-demi-sedikit membasahi tubuh mereka. Lalu mereka berlari dan mencari tempat teduh, dan akhirnya mereka menemukan gua kecil untuk tempat teduh. “Teman-teman kita beristirahat  di sini ya? Perjuangan kita untuk mencapai impian masih cukup panjang”. Lalu Haruka  mulai berpikir “gimana ya untuk perjalanan pulangnya? Kita kan tidak meninggalkan jejak apapun?”. “Jangan pikirkan itu dulu, tinggalkan lah semua  jejak yang kita lalui, mumpung masih ada peta kita pasti masih selamat” jawab sang Kapten dengan lantang. “Nyanyi yuk” Haruka berkata, “kita pakai lagu Ditengah Badai hujan mendadak tiba-tiba. Satu,dua, tiga, “ingatlah kembali tentang bootohausu, kita menunggu hujan mendadak pun berhenti, ingatlah kembali hujan menghatam atap, kenapa yah? Aku jadi berdebar? Langit pun kembali cerah bagai dihubungkan pelangi, ingin sampaikan perasaan, oh sedikit lagi saja dibanding aku yang dulu, ah ingin jadi lebih jujur.”  Mereka pun bernyanyi dengan riangnya sambil menunggu hujan berhenti.

Hujan pun mulai berhenti, sang surya mulai menampakan diri nya di seluruh kawasan hutan tersebut. Sang Pelangi pun muncul dengan cantiknya muncul diantara segerombolan awan-awan putih. Mereka kembali melanjutkan perjalanannya. Setelah beberapa saat mereka menemukan sebuah sungai yang cukup dalam dan cukup besar. Sang kapten pun berpikir bagaimana untuk bisa menyeberangi sungai tersebut. Teman-teman kita menyeberangi sungai ini yah, meskipun arusnya deras kita harus saling bekerja sama untuk sampai ketepian. “aku ga bisa berenang-aku ga bisa berenang”rengek Haruka. “Ayolah Haruka kamu harus bisa, buanglah keraguanmu, tunjukkan nyalimu, dan jangan ragu untuk menyeberangi sungai ini.”kata Melody yang memberi motivator kepada Haruka. “Baiklah aku akan mencobanya”jawab Haruka. Lalu, mereka menyeberangi Sungai tersebut. Sungai itu berhasil menjilat-jilat kaki mereka, juga ikan-ikan kecil berkeliaran diantara kaki-kaki mereka. Lumut yang tumbuh di dasar sungai membuat mereka sulit untuk berjalan di air.  Ditengah menyeberangi sungai Haruka tiba-tiba berteriak. “ahhhh sandalku, hanyut terbawa arus,sudah susah payah beli jauh-jauh di Paris hanyut deh di ambil oleh sungai yang tak ada namanya”. “Haruka pilih Nyawa atau sandal? “Nyawa dong”jawab Haruka. “Gitu dong, Sandal itu dapat dibeli di mana aja, tapi kalau nyawa? Dimana bisa membeli begituan? Kamu harus bersyukur akan hal ini” Melody si motivator berkata dengan serius.


Dengan kata-kata Melody tadi mereka bisa menyeberangi sungai dengan baik tanpa terbawa arus dan mengulang dari awal lagi. Begitulah, kita harus kompak dalam hal apapun, agar nantinya hasilnya memuaskan. Langkah demi langkah telah  mereka lalui, ribuan pohon telah mereka lalui juga, gunung Fujiyama yang hanya terlihat dari seujung sedotan mulai terlihat dan menampakkan dirinya dihadapan mereka semua. Perjalanan yang mereka tempuh sangat jauh akhirnya membawa hasil. Perjuangan mereka untuk meraih semua impiannya sudah didepan mata mereka. Mereka akhirnya sampai dengan selamat di kawasan Gunung Fujiyama. Senangnya mereka dalam hati. Ketakutan yang mereka lawan selama diperjalanan bisa membawakan hasil yang cukup memuaskan. Mereka akhirnya bisa bersantai ria, berkeliling-keliling dan bertemu dengan teman-teman dari negara-negara yang lain. Dan perjuangan demi impian mereka , sudah mereka raih dengan sukses.

Bagus?menarik? Tunggu post saya yang berikutnya daaa~ *
Ayo jadi kelinci yang pertama~ lalala

Tidak ada komentar:

Posting Komentar